Gadingan, Wates, Kulon Progo
Dijelaskan, dia mengisi ceramah ini merupakan pengalaman yang pertama di mushola Soko Tunggal dan mengucapkan terimakasih kepada takmir dan jamaah hususnya masyarakat Gadingan. Dalam ceramahnya ia mengajak jamaah untuk berbekal, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa serta diharapkan menjadi orang yang mutaqin yaitu orang yang bertaqwa. Sesungguhnya orang yang mutaqin atau bertaqwa adalah orang yang paling mulia disisi Allah SWT. Jelas Bp. Pramono Hadi.
Sementara pada Minggu malam (28/06) Bp. Wariso yang hadir sebagai penceramah di mushola yang sama, mengingatkan kepada para jamaah yang pada saat ini diberi kenikmatan dan kesempatan untuk melaksanakan sholat isya’ berjamaah dan insyaallah akan kita lanjutkan dengan sholat tarawih. Ia juga menyampaikan terimakasih pada takmir musholla Soko Tunggal, yang memberi kesempatan untuk hadir bersilaturahim dan ini merupakan kesempatan yang pertama kalinya. Tuturnya
Inti ceramah dari kedua pembicara tersebut merupakan siraman rohani terhadap setiap insan manusia yang pada saat ini mengalami dilemma atau tidak, yang sedang galau atau tidak, agar selalu ingat terhadap sang pencipta yaitu Allah SWT dan diharapkan selalu melaksanakan apa yang menjadi perintahNya dan apabila kita pandai-pandai menjaga kesehatan dan bertaqwa kepadaNya, insyaallah akan menjadi bekal kita dikemudian hari. (br).
Bp. Waskita W mengatakan, bahwa pada saat ini kita dalam perjalanan yang diibaratkan bepergian ke Jakarta mestinya kita menggunakan bekal (sangu). Jadi, lanjut Bp. Waskita apabila kita mau datang atau hadir kehadapan Allah SWT harus membawa bekal yang banyak berupa ajaran agama islam sebagaimana yang diajarkan rasul kepada pengikutnya dan untuk kita melalui para ulama yaitu berupa sholat dan ibadah lainnya. Mengerjakan sholat juga merupakan ibadah, kemudian rasa bersyukur kepada Allah SWT hal ini juga merupakan ibadah. Misalnya kita diberi kesehatan ya harus bersyukur, karena dengan badan sehat kita dapat menjalankan ibadah-ibadah lainnya.
Lebih lanjut Bp. Waskita W mengajak pada para jamaah mari kita selalu bersyukur kepada Allah SWT, seperti yang dicontohkan oleh para alim ulama dari Nabi Muhammad SAW. Pada prinsipnya kita harus selalu berbuat kebaikan, beramal, bersodaqoh, saling bantu membantu terhadap sesama terlebih pada orang miskin, memberikan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain, semua itu adalah ibadah. Bp. Waskita mengakhiri ceramahnya.

Dijelaskan, dalam salah satu hadist menyebutkan, setiap amalan bani adam (manusia) untuk dirinya sendiri, jadi apabila para jamaah menjalankan sholat, bekerja dikantor maupun berdagang, itu semua hanya untuk dirinya sendiri. Kecuali ibadah ramadhan untukku Allah SWT dan pahalanya hanya Allah yang memberi. Ibadah ramadhan dengan menjalankan puasa memang berat, apabila tidak diikuti dengan niat, akan tetapi kalau pakai niat maka menjalankan puasa itu terasa ringan.
Bp. Wahyono pada kesempatan tersebut berharap agar program yang telah disusun ini bisa berjalan sesuai yang kita harapkan dan sukses dalam pelaksanaannya dan kepada mahasiswa KKN juga dimohon berperan aktif dalam kegiatan ini serta kegiatan lainnya di masyarakat tanpa mengganggu tugas pokok KKN itu sendiri. 
Selanjutnya, acara diberikan kepada Bp. H. Martono untuk memandu jalannya rapat. Hasil kesepakatan rapat pertama dan yang kedua ini, diputuskan bahwa kegiatan Nuzulul Qur’an yang akan digelar pada Minggu malam (05/07) bulan depan bertempat di Mushola Soko Tunggal RT 03 RW 08 Gadingan Wates Kulon Progo, akan dimulai usai sholat tarawih atau sekitar pukul 20.00 WIB sampai selesai.